Resep: Pesmol Ikan Gurami 13 October 2009
Posted by mamazahra in Menjadi Ibu.Tags: Ikan, Pesmol, Sunda, Tumis
add a comment
Hmm… membaca judul ini mungkin Ibu Indonesia sudah kangen sama masakan slow food a-la tatar Sunda. Ya! Pesmol Ikan Gurami. Biasa saya masak pas weekend atau kebetulan ada tamu berkunjung ke rumah.
Cara membuat masakan Pesmol Ikan Gurami ini gampak koq, tapi jangan ditanya rasanya: segar, spicy dan… benar2x maknyuss!!

Hari ini saya sharing resep masakan ini, kebetulan akan ada tamu yang datang ke rumah nanti siang…jadi pas ingat blog saya pikir kenapa ga di-sharing saja sama Moms sekalian ya. Buat Ayah Indonesia, berikan resep ini pada istri tercintanya dan mintalah masak pesmol hari ini ( maksa hehe..)
Ini resep yang saya maksudkan…
Bahan utama (sajian per 1 kg ikan gurami) :
- 1 kg ikan gurami,
- 300 cc minyak goreng (usahakan menggorengnya ikan terendam minyak),
- 200 cc air (sekitar segelas)
Bumbu-bumbu
3 sm air Jeruk nipis, 30 gr Bawang merah ( diiris tipis), 15 gr Bawang puting (diiris tipis), 2 sdt Garam, 2 sdt Gula pasir, 1 sdt Cuka, 50 gr Cabai merah (diiris serong tipis), 50 gr Cabai rawit (atau sesuai selera), 20 gr Kemiri, 10 gr Kunyit
Bumbu yang dihaluskan
30 gr bawang merah, 15 gr bawang putih, 20 gr kemiri, 10 gr kunyit
Cara pembuatan
- Bersihkan ikan, buang sisik, insang dan isi perutnya. Lumuri dengan 1/2 sdt garam dan air jeruk dipis, lalu diamkan sekitar 15 menit.
- Panaskan minyak, goreng ikan hingga berwarna kuning kecoklatan dan matang. Angkat dan tiriskan.
- Ambil 2 sdm minyak sisa menggoreng ikan, tumis irisan bawang merah dan bawang putih hingga harum, lalu masukan bumbu yang dihaluskan. Tumis hingga harum dan matang.
- Tuangkan air, beri 1 sdt garam, gula dan cuka. Masak hingga mendidih.
- Masukan ikan, cabai merah, cabai rawit. Masak hingga kuah mengenal. Angkat dan sajikan.
Gampang kan! Nah, happy cooking dan selamat menikmati santapan khas Sunda nanti siang atau malam!
Menjadi Ibu itu ga mudah 8 October 2009
Posted by mamazahra in Menjadi Ibu.Tags: bahagia, ibu, Kepasrahan, penat, Tuhan
add a comment
Ibu Indonesia yang budiman,
Dulu ketika kita akan menikah, kita mungkin membayangkan yang indah-indah saja. Awal menikah dimulai dengan honey moon ke suatu pulau, adanya pasangan hidup yang mencintai dan menemani kita suka dan duka telah terbayang akan merupakan sebuah era kebahagiaan pada stratum di atas masa lajangnya.
Namun pada saat seorang istri mulai mengandung jabang bayi, kerumitan itu mulai muncul. Para dokter ahli kandungan menyebutnya sebagai fase perubahan fisik dan psikis sang Bunda. Setelah melahirkan, kesibukan seorang ibu kontras dibandingkan dengan pada waktu masa lajangnya. Apalagi anak makin besar dan bertambah pula jumlahnya. Wuffff….kerumitan hidup yang sering saya bilang unspoke-able, susah dikatakannya.
Walhasil waktu bekerja sang Ibu menjadi hampir 24 jam sehari. Padahal ada ibu-ibu Indonesia yang juga bekerja di luar rumah, saya ga bisa bayangkan bagaimana moms capeknya yaa.Ya melayani suami tercinta, menjaga dan merawat anak-anak, mengerjakan tugas rumah tangga lainnya, serta bagi moms yang bekerja di luar rumah masih kudu mengerjakan pekerjaan kantor pula. Wah…wah..wah…. benar-benar challanging yaa tugas berat ini.

Namun dibalik semua kerumitan dan kelelahan yang mendera di keseharian moms tersebut, banyak kebahagiaan yang tak didapat para ayah lhoo. Kebahagiaan itu seperti melihat senyum si kecil, mendengarkan celotehannya, dapat berdiskusi dengan anak yang sudah agak besar dll. Kebahagiaan yang saya maksudkan adalah kebahagiaan bathin yang besar dan bentuknya hanya dapat dirasakan oleh si Ibu dan tak ternilai harganya.
So, kalo kapanpun moms merasa jenuh ataupun mengalami kepenaatan karena aktivias harian diatas, selalu ingatlah bahwa Tuhan YME akan selalu lebih dekat kepada kita. Larutkan kepenatan moms dengan mengingat Nya dan menguap syukur, sembari memohon pertolongan dan perlindungan dari semua problem kehidupan saat ini dan masa yang akan datang.
Ya! Kesulitan, kepenatan, serta problem lainnya yang mendera kita selama hampir 24 jam tak ada obatnya lagi selain benar-benar total surrender, bergantung dan memasrahkan diri kepada Sang Khaliq agar pendulum kebahagiaan lekas membasuh kelelahan kita.
Sukses, ya moms!






