jump to navigation

Hiasan Mahar Bikin Seorang Ibu Rumah Tangga Berpenghasilan Tinggi 13 July 2011

Posted by mamazahra in Seputar Ekonomi dan Bisnis.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Rodiyah, 44, tidak ingin hanya berpangku tangan menjadi ibu rumah tangga biasa. Sejak dulu, dia bercita-cita ingin menjadi ibu rumah tangga yang memiliki penghasilan tinggi.

Tekad sederhana itulah yang kini membawanya menjadi seorang pengusaha sukses di bidang pembuatan pigura, hiasan mahar, dan hantaran kado pernikahan.

Rodiyah mulai merintis usaha pigura pada 1990. Saat itu, kondisi ekonomi keluarga yang serba pas-pasan mendorong dirinya dan suami, Yulianto, 45, mencoba merintis usaha ini.

“Dulu, suami saya bekerja sebagai pegawai honorer di kantor kecamatan di Kediri. Sebagai pegawai honorer, penghasilan yang diterima serba pas-pasan, tidak cukup untuk menghidupi keluarga,” ujarnya saat ditemui di toko miliknya yang diberi nama Toko Pigura Sabar Mulia, Jalan Urip Soemoharjo, Kota Madiun.

Kondisi serba sulit itulah yang mendorong Rodiyah dan suaminya belajar membuat pigura. Perlahan, dia dan suaminya semakin mahir membuat berbagai pigura untuk lukisan, gambar, dan foto. Hasil karyanya itu ternyata banyak diminati oleh pembeli.

Demi menekuni usaha lebih serius, Rodiyah dan suaminya saat itu memutuskan boyongan dari Kediri ke Madiun. Dua anaknya yang saat itu masih kecil yakni Sigit dan Heru juga diajak. “Saat itu, suami saya mengambil keputusan berhenti menjadi pegawai honorer dan serius menggeluti usaha pigura,” ujarnya.

Di Madiun, Rodiyah dan suaminya membuka usaha pembuatan pigura kecil-kecilan. Lambat laun, usaha itu terus berkembang dengan pesat. Untuk mengembangkan lagi usaha pigura itu, Rodiyah juga sempat meminjam modal ke sejumlah bank di Kota Madiun.

Pada 1997, Rodiyah mengembangkan usaha itu bukan hanya pembuatan pigura, namun juga menyediakan pembuatan hiasan mahar dan hantaran pernikahan. Rupanya, jasa pembuatan menghias mas kawin dan hadiah pernikahan itu banyak sekali yang meminati.

Bukan hanya dari daerah Madiun saja, melainkan pemesan dari luar kota juga lumayan banyak. “Pada 2000, usaha pembuatan hiasan mahar dan hantaran kado milik saya sudah cukup terkenal,” ujar Rodiyah.

Dia menangani sendiri pembuatan hiasan mahar dan hantaran pernikahan itu. Dia pun melayani setiap pemesanan berbagai model dan desain mahar maupun hantaran pernikahan yang diinginkan oleh pemesan.

Ada model koin yang ditata berbentuk simbol TNI AU. Ada pula model uang kertas pecahan Rp2.000 terbaru yang didesain simbol Polri dan lain-lain. Biasanya yang memesan hiasan mahar dengan simbol itu adalah anggota TNI AU atau anggota Polri yang bakal menikah.

Pesanan membuat hiasan mahar dan hantaran pernikahan dari masyarakat umum juga banyak. Biasanya, kata dia, mereka memesan hiasan mahar atau hantaran pernikahan berbentuk mesjid, bunga, atau lambang daerah.

Rodiyah mengaku, kini setidaknya dia memiliki 50 desain dan model hiasan mahar dan hantaran pernikahan. Mulai dari desain simbol, lambang, gambar, hingga model-model terbaru. Sedangkan, untuk biaya pembuatan hiasan mahar dan hantaran pernikahan itu tergantung dari tingkat kesulitannya. Ada yang hanya Rp40 ribu hingga yang paling sulit biayanya Rp1,5 juta.

Kini pemesanan pembuatan hiasan mahar dan hantaran pernikahan itu selalu ramai. Bahkan, dalam sebulan rata-rata pemesanannya mencapai 60-70. Selain dari Madiun, pemesanan itu juga kini banyak dari luar kota seperti Surabaya, Solo, Kediri, Tulungagung, Sragen, dan Tuban.

Untuk menjalankan usaha ini, Rodiyah kini dibantu oleh sembilan karyawan. Mereka ada yang mengerjakan pembuatan hiasan mahar, membuat hantaran pernikahan, hingga mengantar pesanan kepada pelanggan.

Dari sisi omzet usaha milik Rodiyah ini juga berkembang pesat. Dia mengaku, pertama kali merintis usaha ini di Madiun modalnya hanya Rp2 juta. Namun, kini rata-rata per bulan omzet penjualan mencapai Rp70 juta.

Meski sudah terbilang sukses, Rodiyah juga tetap sederhana. Dia juga selalu ikut terlibat mengerjakan pembuatan hiasan mahar dan hantaran pernikahan itu. Bagi dia, jalinan dirinya dengan pelanggan harus dijaga terus agar pelanggan merasa mendapatkan sentuhan pelayanan langsung dari dirinya.

Rodiyah yang lulusan SMEA ini juga merasa sangat bersyukur bisa membangun usaha mandiri ini. Dia juga bersyukur lantaran dua anaknya kini bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Mengenai obsesi, Rodiyah mengaku tidak ingin muluk-muluk. Prinsipnya sederhana, dia tipikal orang yang berpikiran apa yang harus diselesaikan dan dikerjakan hari itu harus diselesaikan hari itu juga. Bagi dia, tidak ada istilah menunda pekerjaan dalam kamus hidupnya.

“Ada pekerjaan sekarang, harus diselesaikan tuntas sekarang, itu saja. Bagaimana hari esok, bagi saya adalah apa yang kita kerjakan hari ini,” tandasnya.
(Sumber: Muhammad Roqib/Koran SI/ade)

PDB RI di Atas Malaysia, Tapi Pajak Masih ‘Memble’ 13 July 2011

Posted by mamazahra in Seputar Ekonomi dan Bisnis.
Tags: , , , , , , , , , , ,
add a comment

Meskipun perekonomian Indonesia saat ini bisa mengalahkan Malaysia dan Thailand. Tapi soal pajak, tingkat kepatuhan pajak Indonesia masih rendah.

Pemerintah pun menurunkan tax ratio sebesar 0,01% dari 12,11% dalam APBN 2011 menjadi 12,1% dalam RAPBN-P 2011. Hal ini disebabkan sektor penunjang ekonomi Indonesia yang masih didominasi pertanian dan UMKM masih belum mampu menaikkan tax ratio.

“Tax ratio ada penurunan 0,01% antara APBN-P dibandingkan APBN 2011. Sedikit ulasan, tax ratio rendah karena ini ditentukan struktur ekonomi, Walaupun PDB (pendapatan domestik bruto) kita lebih tinggi dibanding Malaysia dan Thailand, struktur ekonomi menentukan,” papar Fuad dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7).

Fuad menyatakan struktur ekonomi Indonesia yang sebagian besar didominasi oleh sektor pertanian dan UKM menjadi penyebab masih rendahnya penerimaan pajak.

“Kita masih lebih banyak terbesar dari pertanian. Jika dilihat sektornya ini potensi pajak rendah dibanding yang lain. Perdagangan, keuangan, ini yang punya kontribusi pajak besar. Struktur ekonomi kita sektor yang tax ratio rendah,” jelasnya.

Fuad menambahkan, berdasar data PDB yang dipegangnya sekitar 61% PDB Indonesia berasal dari UMKM dan sekitar 35% berasal dari sektor usaha besar.

“Itulah sektor yang menyumbang besar sesungguhnya. Akses perpajakan di usaha besar. Ini gambaran umum, kita agak alot naikkan tax ratio. Kalau dibandingkan India, mereka rendah juga karena sektor ekonomi hampir sama dengan kita. Malaysia pada dasarnya juga mirip kita, tapi sektor industri mereka besar juga. Sektor usaha besar lebih dominan dibandingkan UMKM. Jangan bandingkan dengan Singapura,” paparnya.

Untuk menambah penerimaan pajak, ia mengatakan akan menggali dari sektor UMKM dan diharapkan bisa mengerek tax ratio.

“UKM ini potensi besar ke depannya untuk mulai kita tingkatkan kepatuhan. Kalau menjaring sektor UKM ini, bisa naikkan tax ratio. Kita tetap usaha kejar sektor usaha
besar,” ujarnya.

Dari data yang dimiliki Ditjen Pajak, dari total penerimaan, UMKM baru menyumbang 5-10%. Selain dari segi sektor, rendahnya tax ratio disebabkan oleh masih minimnya tingkat kepatuhan pajak masyarakat.

“Kalau dilihat dari sektor usaha besar, tax ratio kita sudah 20%, meskipun belum penuh, masih ada usaha besar yang belum masuk jaring perpajakan,” pungkasnya.

(Sumber: detikfinance)

Berinvestasi lewat Reksadana 11 October 2009

Posted by mamazahra in Seputar Ekonomi dan Bisnis.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Bagi para pembaca budiman yang hendak berinvestasi di pasar keuangan namun tidak memiliki cukup waktu ataupun tak punya keahlian (skill) dalam berdagang saham/obligasi maka anda dapat melakukannya dengan berinvestasi pada instrumen bernama Reksadana. Berikut ini saya akan uraikan hal ihwal mengenai reksadana secara lebih sederhana dengan berfokus pada pengertiannya dan cara berinvestasinya saja, karena saya tidak memiliki cukup waktu untuk menceritakan detil history, ragam dan perkembangan dari efek reksadana tersebut. Semoga bermanfaat.

Reksadana

Secara sederhana reksadana adalah sebuah instrumen investasi berbentuk efek yang berisi kumpulan portofolio investasi di pasar keuangan yang dialokasikan kepada beragam instrumen keuangan di pasar keuangan.

Reksadana ditawarkan oleh perusahaan Manajer Investasi yang ter-otorisasi oleh Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) kepada para investor yang berminat membeli efek tersebut. Jadi bagi anda yang tidak punya cukup waktu dan kemampuan mengelola investasi di pasar keuangan jangan khawatir dulu, sebab Reksadana ini dikelola oleh para profesional di pasar modal dengan spesialisasi sebagai pengelola investasi (Investment Manager) yang sering disebut sebagai perusahaan Manajer Investasi.

Lewat perusahaan Manajer Investasi tersebutlah dana investasi keuangan anda akan dikelola dengan baik dan kinerja tradingnya akan selalu dilaporkan setiap hari kepada anda lewat media massa (koran harian).

Jenis-jenis Reksadana:

Ada berbagai jenis reksadana. Gunanya tentu untuk menyediakan wahana investasi bagi para investor dengan beragam jenis profil risiko dan rentang benefit yang dimiliki oleh masing-masing reksadana tersebut. Jenis-jenis reksadana diantaranya:

1. Reksadana Saham

Reksadana jenis ini berisi kumpulan portofolio dalam bentuk saham. Dalam prospektusnya anda akan simak prosentase jenis-jenis saham yang diproyeksikan akan mengoptimalkan kinerja hasi investasi anda pada reksadana tersebut dan target horizon serta bentuk pengelolaannya dll. Pada jenis reksadana saham ini pun terdiri dari berbagai subjenis, yakni: Reksadana Saham Atraktif (memiliki benefit dan risiko diatas moderat), Reksadana Saham Moderat (memiliki  benefit dan risiko moderat), serta Reksadana Saham Konservatif (memiliki  benefit dan risiko yang konservatif).

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana jenis ini berisi sekumpulan portofolio dalam bentuk Obligasi (Bond) dari berbagai perusahaan BUMN/Swasta yang meiliki rating terbaik. Obligasi bisa juga dari negara seperti SUN, SUKUK, ORI, SPN dll.

Mengapa instrumen obligasi ini dinamakan efek dengan Pendapatan Tetap? Ya, karena sejatinya obligasi itu adalah instrumen yang ditawarkan oleh perusahaan yang meminjam dana ke publik melalui penerbitan efek obligasi. Perusahaan yang menerbitkan obligasi menjamin akan membayar bunga tetap (coupon) yang akan dibayarkan kepada investor obligasi setiap periode kurtalan, semesteran atau tahunan. Itu sebabnya instrumen obligasi dinamakan fixed income instrument.

Perusahaan manajer investasi yang mengelola reksadana pendapatan tetap ini akan mengelola dana anda dan investor reksadana lainnya dengan cara jual/beli efek obligasi, sehingga keuntungannya bagi para investor tentunya tidak hanya berasal dari kupon bunga tetap obligasi, tapi dari selisih beli/jual harga obligasi yang ditransaksikan seharí-hari oleh para manajer investasi yang anda telah tunjuk tersebut.

Risiko berinvestasi pada Reksadana Pendapatan Tetap

Secara simpel, risiko terbesar dari reksadana jenis ini adalah pada saat terjadi tren kenaikan suku bunga perbankan yang dipicu oleh memanasnya suhu inflasi. Keadaan dimana inflasi semakin naik akan memicu bank sentral (Bank Indonesia) menaikan suku bunga acuan (BI rate) yang pada gilirannya akan memicu naiknya suku bunga di industri perbankan. Nag, terkereknya suku bunga perbankan inilah yang akan memukul berbagai sektor industri, tak terkecuali perusahaan yang menerbitkan obligasi, sehingga setiap kali terjadi kenaikan suku bunga perankan maka secara otomatis harga obligasi di pasar modal pun akan jatuh, akibatnya harga-harga oblitasi di pasar modal tersebut akan jatuh dan nilai aktiva bersih (akan saya kupas nanti) otomatis tergerus, artinya risiko investasi anda pada instrumen reksadana jenis ini pun akan menurun.

Namun demikian, risiko investasi pada instrumen Reksadana Pendapatan Tetap ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat risiko Reksadana Saham. Untuk membeli reksadana jenis ini anda dapat berkonsultasi dengan perusahaan Manajer Investasi yang memiliki kinerja terbaik pada instrumen reksadana jenis ini.

3. Reksadana Pasar Uang

Reksadana jenis ini adalah pengelolaan dana para investor melalui manejemen portofolio yang dialokasikan pada instrumen-instrumen pasar uang seperti Deposito, NCD, dll. Jenis reksadana ini memiliki risiko yang paling kecil dengan profit yang minimalis pula.

Bagi anda yang memiliki deposito yang sudah cukup besar, sebaiknya dipecah dengan cara membeli Reksadana Pasar Uang, dimana profit/keuntungannya diatas bunga deposito anda.

4. Reksadana Campuran

Reksadana jenis ini merupakan campuran manajenemn portofolio berisi saham, obligasi, pasar uang dan dana setara kas. Anda disarankan untuk mengkonsultasikan lewat perusahaan manajer investasi mengenai komposisi presentase campuran instrumen efek dalam jenis Reksadana Campuran ini, karena beda perusahaan Manajer Investasi lain pula isi komposisi campurannya.

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan indikator untuk menentukan harga beli maupun harga jual dari setiap unit penyertaan reksa dana. Perubahan dari Nilai Aktiva Bersih ini dapat dijadikan indikator kinerja suatu reksa dana apakah nilainya positip (meningkat) atau negatif (menurun).

Nilai Aktiva Bersih dihitung dengan menjumlahkan nilai masing-masing efek yang ada dalam suatu reksa dana, berdasarkan harga pasar penutupan efek yang bersangkutan, yang kemudian dikurangkan dengan kewajiban-kewajiban reksa dana tersebut seperti biaya Manajer Investasi, biaya Kustodian dan biaya-biaya lainnya.

Bank Kustodian adalah pihak yang berwenang untuk melakukan penghitungan Nilai Aktiva Bersih dari reksa dana.  Hasil penghitungan ini lalu dipublikasikan di dalam surat kabar tertentu setiap hari.

Reksadana dan Tingkat Risikonya

Gambaran Tingkat Risiko dan besarnya Potensi Profit  di masing-masing jenis reksadana diatas tercermin seperti gambaran di bawah ini (makin ke bawah risiko makin kecil, tapi probability gain pun makin kecil):

  • Reksadana Saham
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Pendapatan Tetap
  • Reksadana Pasar Uang

Berikut daftar nama-nama perusahaan sekuritas yang merangkap sebagai Manajer Investasi terdaftar di Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) diantaranya adalah:

Nah, apakah anda cukup punya nyali berinvestasi pada instrumen ini?

Selamat berinvestasi dan semoga beruntung ya!