jump to navigation

Riwayat Ayatollah Qara’ati: Kesuksesanku Berkat Doa Ayah! 13 February 2012

Posted by mamazahra in Islam dan Kalam Suci.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment

Ayatollah Mohsin Qara'ati, ulama yg rendah hati

Allah Swt belum menganugerahi ayahku seorang anak, sementara usianya telah melewati angka 40. Ayahku kemudian kawin lagi, namun tetap saja belum dikaruniai seorang anak. Suatu hari, seorang tetangga yang tahu kondisi keluarga kami membawa satu karung anak kucing yang baru saja lahir di rumah mereka. Ketika tiba di halaman rumah kami, ia melempar begitu saja anak-anak kucing itu dan berkata kepada ayah saya, “Karena engkau Ojag Kour (kompor yang buta, istilah untuk orang yang mandul), besarkan anak-anak kucing ini!”

Ayahku berkata, “Waktu itu saya sangat sedih dan hatiku sakit mendengar omongannya. Tapi aku kemudian mengumpulkan anak-anak kucing itu. Semuanya berjumlah 11 ekor.”

Tapi ayahku tidak berputus asa, hingga Allah Swt memberinya kesempatan menunaikan ibadah haji. Ayahku membantu orang lain melakukan tawaf dan shalat, ia hanya meminta kepada mereka untuk mendoakannya agar Allah menganugerahinya anak di sisi Ka’bah. Almarhum ayahku berkata, “Di sana aku memohon kepada Allah agar menganugerahkan anak yang kelak menjadi muballig agama.” Masa ibadah haji selesai dan semuah jamaah haji kembali.

Allah menganugerahkan ayahku dua belas orang anak; seorang anak dari isteri yang pertama dan sebelas lainnya dari isteri yang kedua dan ibu saya merupakan isteri kedua.

Dengan pertolongan Allah, di usia 14 tahun saya mulai belajar di hauzah ilmiah; setahun saya belajar di Kashan, 17 tahun di Qom, setahun di Najaf dan setahun saya belajar di Mashad. Pasca kemenangan Revolusi Islam saya tinggal di Tehran.

Saya menilai keberhasilan yang saya miliki saat ini berasal dari Allah, tentunya setelah ayahku meneteskan air matanya di sisi Ka’bah dan juga doa masyarakat.

Sebagaimana publikasi pidato saya di Radio dan Televisi Iran berkat Imam Khomeini ra dan darah syuhada serta dorongan Syahid Muthahhari, seluruh kelemahan hanya miliki saya sendiri. Untuk itu saya memohon kepada Allah Swt menerima taubat saya dan memohon maaf kepada seluruh rakyat Iran. (IRIB Indonesia/Saleh Lapadi)

Menjadi Ibu itu ga mudah 8 October 2009

Posted by mamazahra in Menjadi Ibu.
Tags: , , , ,
add a comment

Ibu Indonesia yang budiman,

Dulu ketika kita akan menikah, kita mungkin membayangkan yang indah-indah saja. Awal menikah dimulai dengan honey moon ke suatu pulau, adanya pasangan hidup yang mencintai dan menemani kita suka dan duka telah terbayang akan merupakan sebuah era kebahagiaan pada stratum di atas masa lajangnya.

Namun pada saat seorang istri mulai mengandung jabang bayi, kerumitan itu mulai muncul. Para dokter ahli kandungan menyebutnya sebagai fase perubahan fisik dan psikis sang Bunda. Setelah melahirkan, kesibukan seorang ibu kontras dibandingkan dengan pada waktu masa lajangnya. Apalagi anak makin besar dan bertambah pula jumlahnya. Wuffff….kerumitan hidup yang sering saya bilang unspoke-able, susah dikatakannya.

Walhasil waktu bekerja sang Ibu menjadi hampir 24 jam sehari. Padahal ada ibu-ibu Indonesia yang juga bekerja di luar rumah, saya ga bisa bayangkan bagaimana moms capeknya yaa.Ya melayani suami tercinta, menjaga dan merawat anak-anak, mengerjakan tugas rumah tangga lainnya, serta bagi moms yang bekerja di luar rumah masih kudu mengerjakan pekerjaan kantor pula. Wah…wah..wah…. benar-benar challanging yaa tugas berat ini.

42-17501147

Namun dibalik semua kerumitan dan kelelahan yang mendera di keseharian moms tersebut, banyak kebahagiaan yang tak didapat para ayah lhoo. Kebahagiaan itu seperti melihat senyum si kecil, mendengarkan celotehannya, dapat berdiskusi dengan anak yang sudah agak besar dll. Kebahagiaan yang saya maksudkan adalah kebahagiaan bathin yang besar dan bentuknya hanya dapat dirasakan oleh si Ibu dan tak ternilai harganya.

So, kalo kapanpun moms merasa jenuh ataupun mengalami kepenaatan karena aktivias harian diatas, selalu ingatlah bahwa Tuhan YME akan selalu lebih dekat kepada kita. Larutkan kepenatan moms dengan mengingat Nya dan menguap syukur, sembari memohon pertolongan dan perlindungan dari semua problem kehidupan saat ini dan masa yang akan datang.

Ya! Kesulitan, kepenatan, serta problem lainnya yang mendera kita selama hampir 24 jam tak ada obatnya lagi selain benar-benar total surrender, bergantung dan memasrahkan diri kepada Sang Khaliq agar pendulum kebahagiaan lekas membasuh kelelahan kita.

Sukses, ya moms!